ETIKA PROFESI
SMK NEGERI 1 BOJONGGEDE
Disusun
oleh kelompok 2:
Ø Aulia eka ayu .n
Ø Annastasya amanda
Ø Asri rachamawati
Ø Andi Rahmawati
Ø Cindy sekar wangi
Alamat: jln. Raya perum pura bojonggede,kp.cipeucang desa
cimanggis,bojonggede
,jawa barat 16320 tlp: (0251) 8551934 kabupaten bogor jawa
barat
Soal !!
1. Ceritakan
atau jelaskan pendoman, prosedur dan aturan kerja dari bentuk perusahaan !!
2. Cari
simbol-simbol prosedur kerja !!
Jawaban
Pedoman, Prosedur dan
Aturan Kerja
1. Organisasi
Secara
umum organisasi berarti sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan
bersama. Struktur organisasi (desain organisasi) dapat didefinisikan sebagai
mekanisme-mekanisme formal dalam pengelolaan organisasi. Struktur organisasi
menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan antara
fungsi-fungsi, bagian-bagian, posisi-posisi, atau orang-orang yang menunjukkan
kedudukan, tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu
organisasi.
Unsur-unsur
yang membentuk organisasi:
a. Man
(orang-orang)
b. Kerjasama
c. Tujuan
Bersama
d. Peralatan (Equipment)
e. Lingkungan (Environment)
2. Bentuk-bentuk
Organisasi Perusahaan
Berdasarkan
pola hubungan kerja, lalu lintas wewenang, dan tanggung jawab, organisasi dapat
dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu organisasi garis/lini, organisasi
fungsional, organisasi garis dan staf, dan organisasi fungsional dan
garis/lini. Organisasi garis pada umumnya digunakan oleh organisasi yang masih
kecil, karyawannya sedikit, dan spesialisasi kerja belum begitu dipentingkan.
Pada
bentuk organisasi garis dan staf terdapat satu atau beberapa tenaga staf. Staf
adalah orang ahli dalam bidang tertentu, yang bertugas memberi nasihat dan
saran sesuai dengan bidangnya kepada pejabat pemimpin di dalam organisasi yang
bersangkutan. Bentuk organisasi fungsional dan lini merupakan kombinasi antara
bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi lini.
3. Syarat-syarat
Personal
Personal
kantor atau pegawai kantor adalah pegawai yang bekerja di kantor, baik instansi
pemerintah maupun swastadan berusaha memberikan jasanya untuk mencapai tujuan
yang akan dicapai oleh kantor masing-masing sesuai dengan bidang kegiatannya. Persyaratan
yang dituntut oleh dunia usaha dan industri tidak sama. Meskipun demikian,
secara umum setiap pegawai harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Sebaiknya
seorang pegawai kantor memiliki kepribadian dan kemampuan kerja yang sesuai
dengan tuntutan dunia keahliannya karena seorang pegawai kantor itu bertugas
sebagai pengelola dan pelayanan informasi.
Adapun syarat-syarat
pegawai kantor setidaknya ada tiga.
a. Persyaratan
pengetahuan
Syarat pengetahuan
mencakup pengetahuan yang mendasari sesuatu profesi tertentu. Pada saat ini
masih diukur dengan tingkat pendidikan seseorang dengan menunjukkan apa yang
disebut STTB atau ijazah.
b. Persyaratan
Keterampilan
Syarat keterampilan
berarti tuntutan untuk dapat melakukan sesuatu dengan cermat dan
berhasil.
Pegawai kantor harus melakukan pekerjaan kantornya dengan cermat dan
baik, sehingga pekerjaanya berkualitas tinggi.
c. Persyaratan
Kepribadian
Ciri-ciri
itu dapat dikenali dari hal-hal berikut:
a) Sikap
badan ketika duduk, berjalan, dan berbicara.
b) Sifat
bersih dan rapi.
c) Sikap
luwes dan berbusana serasi.
d) Sifat
yang bertalian dengan kesehatan diri.
e) Sifat
yang berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan kerja.
f) Sifat
kerohanian.
Pendapat
lain tentang syarat kepribadian yang diperlukan oleh seorang karyawan kantor
adalah sebagai berikut.
1) Loyalitas
2) Ketekunan
dan kerajinan
3) Kesabaran
4) Kerapian
5) Dapat
menyimpan rahasia
Salah
satu cara untuk memperjelas apa yang menjadi tujuan atau harapkan perusahaan
adalah dengan membuat peraturan secara tertulis. Dengan membuat peraturan kerja
secara tertulis dan disepakati kedua belah pihak tindakan-tindakan yang
merugikan perusahaan dan karyawan dapat diatasi dengan lebih baik. Peraturan
tersebut bisa berbentuk pedoman, prosedur dan aturan kerja di perusahaan.
4. Pedoman
Kerja
Pedoman
kerja adalah suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong
dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Pedoman kerja
juga merupakan tata cara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui
untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu
·
Pedoman kerja bertujuan antara
lain sebagai berikut:
a.
Memperjelas peran dan fungsi
tiap-tiap posisi dalam organisasi.
b.
Memperjelas alur tugas, wewenang
dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
c.
Melindungi organisasi/unit kerja
dan petugas/pegawai dari malpraktik atau kesalahan administrasi lainnya.
d.
Untuk menghindari
kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi, dan inefisiensi.
e.
Memperlancar tugas petugas/pegawai
atau tim/unit kerja.
f.
Sebagai dasar hukum bila terjadi
penyimpangan.
g.
Mengarahkan petugas atau pegawai
untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
h.
Sebagai pedoman dalam
melaksanakan pekerjaan rutin.
·
Pedoman kerja dibutuhkan pada
kondisi-kondisi berikut ini.
a.
Sebelum suatu pekerjaan
dilakukan.
b.
Ketika mengadakan penilaian
apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak.
c.
Ketika terjadi revisi, jika ada
perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja.
·
Dengan adanya pedoman kerja
terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh, yaitu antara lain:
a. Alat
pendidikan, terutama bagi pegawai baru.
b. Alat
untuk menyelesaikan perselisihan dalam hubungan kerja.
c. Alat
untuk mengadakan pembagian kerja dan mengatur frekuensi kerja yang tepat.
d. Alat
untuk mengetur tata ruang kantor.
e. Alat
untuk menghindarkan adanya pekerjaan yang bertumpuk.
f. Alat
perencanaan kerja dan pengembangnya di kemudian hari.
g. Alat
untuk mengadakan klasifikasi, uraian, dan analisis jabatan.
h. Alat
untuk menghemat waktu bagi pimpinan untuk mengetahui seluruh proses kerja.
i. Alat
untuk mempersiapkan mekanisme prosedur.
5. Prosedur
kerja, Tata Kerja dan Sistem Kerja
Dalam
menjalankan operasional perusahaan, peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi
yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar prosedur kerja atau
dikenal denganStandar Operating Procedure (SOP) sebagai pedoman untuk
melaksanakan segala kegiatan yang berhubungan dengan operasional perusahaan.
Prosedur
kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain sehingga
menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap serta jalan yang harus
ditempuh dalam rangka penyelesaian suatu bidang tugas. Tata kerja adalah
cara-cara pelaksanaan kerja yang seefisien mungkin atas suatu tugas dengan
mengingat segi-segi tujuan, peralatan, fasilitas, tenaga kerja dan prosedur
kerja yang kemudian membentuk suatu kebulatan pola tertentu dalam rangka
melaksanakan suatu bidang pekerjaan. Suatu pola dalam melaksanakan pekerjaan
itulah yang dinamakan dengan sistem kerja.
ü Berdasarkan
pengertian yang ada maka manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya prosedur
kerja, tata kerja, dan sistem kerja, antara lain adalah sebagai berikut:
a.
Tata kerja, prosedur kerja dan
sistem kerja penting artinya karena merupakan penjabaran tujuan, sasaran,
program kerja, fungsi-fungsi dan kebijakan ke dalam kegiatan-kegiatan
pelaksanan operasinal perusahaan sehari-hari.
b.
Melalui tenaga kerja, prosedur
kerja dan sistem kerja yang dibuat dengan cepat, dapat dilakukan standarisasi
dan pengendalian kerja dengan secepat-cepatnya.
c.
Tata kerja, prosedur kerja dan
sistem kerja bermanfaat, baik bagi para pelaksana maupun semua pihak yang
berkepentingan, untuk dijadikan sebagai panduan dalam bekerja.
ü Dalam
penyusunan prosedur kerja tata kerja, dan sistem kerja perlu memperhatikan
beberapa asas sebagai berikut.
a.
Harus dinyatakan secara tertulis
dan disusun secara sistematis serta dituangkan dalam bentuk manual (dicetak).
b.
Harus dikomunikasikan atau
diinformasikan kepada semua petugas atau pihak yang berkepentingan.
c.
Harus sesuai dengan kebijakan
pimpinan dan kebijakan umum yang ditentukan pada tingkat yang lebih tinggi.
d.
Harus dapat mendorong pelaksanaan
kegiatan secara efisien serta menciptakan jaminan yang memadai bagi terjaganya
sumber-sumber yang berada dibawah pengendalian organisasi.
e.
Secara periodik harus ditinjau
dan dievaluasi kembali serta bila perlu direvisi dn disesuaikan dengan kondisi
terkini.
ü Secara
umum pengaturan kebijakan prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja dapat
dinyatakan sebagai berikut:
a.
Setiap pimpinan wajib menerapkan
prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan instansi
atau kantor lain.
b.
Setiap pimpinan satuan
organisasi bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan
bawahannya masing-masing dan membimbing serta memberikan petunjuk bagi
pelaksanaan tugas bawahannya.
c.
Setiap pimpinan satuan organisasi
wajib mengikuti petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing
dengan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.
d.
Setiap pimpinan organisasi wajib
mengolah dan memanfaatkan laporan guna bahan pengambilan keputusan, penyusunan
laporan lebih lanjut dan memberikan petunjuk kepada bawahan.
e.
Dalam menyampaikan suatu laporan,
setiap satuan organisasi wajib memberikan tembusan kepada satuan organisasi
lainnya yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.
6. Prinsip-prinsip
Penyusunan Prosedur kerja
Mengingat
pentingnya prosedur kerja, tata kerja, dan sistem kerja maka perlu diketahui
prinsip-prinsip dalam menyusun prosedur kerja, yaitu sebagai berikut:
a.
Prosedur kerja, tata kerja, dan
sistem kerja harus disusun dengan memperhatikan tujuan, fasilitas, peralatan,
material, biaya, dan waktu yang tersedia serta luas, macam, dan sifat tugas
atau pekerjaan.
b.
Untuk mempersiapkan segala
sesuatunya dengan tepat maka terlebih dahulu dipersiapkan penjelasan
tentang tujuan pokok organisasi, skema organisasi berikut klasifikasi jabatan
dan analisis jabatannya, serta unsur-unsur kegiatan di dalam organisasi
lainnya.
c.
Hendaknya ditentukan satu pokok
bidang tugas yang akan dibuat bagan prosedurnya.
d.
Perlu didaftar secara rinci
tentang pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya waktu yang diperlukan
untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
e.
Dalam penetapan urutan tahap demi
tahap dari rangkaian pekerjaan, maka antara tahap yang satu dengan tahap
berikutnya harus terdapat hubungan yang sangat erat yang keseluruhannya menuju
ke satu tujuan.
f.
Setiap tahap harus merupakan
suatu kerja nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian seluruh tugas atau
pekerjaan yang dimaksudkan.
g.
Perlu ditetapkan tentang
kecakapan dan keterampilan tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan.
h.
Prosedur kerja, tata kerja, dan
sistem kerja harus disusun secara tepat sehingga memiliki stabilitas dan fleksibelitas.
i.
Penyusunan prosedur kerja, tata
kerja, dan sistem kerja harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi.
j.
Untuk penggambaran tentang
penerapan suatu prosedur tertentu sebaiknya dipergunakan simbol dan skema atau
bagan prosedur dengan jelas dan tepat. Bagan semacam ini sering disebut skema
arus kerja.
k.
Untuk menjamin penerapan prosedur kerja, tata kerja dan sistem
kerja dengan jelas dan tepat maka perlu dipakai buku pedoman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar